Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengungkapkan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah mencatatkan skor tertinggi di tingkat nasional dalam indeks keamanan siber dan keamanan informasi.
"DIY menunjukkan prestasi yang sangat mengesankan. Dalam hal keamanan sibernya, indeksnya termasuk yang tertinggi, dan untuk keamanan informasi juga mencatatkan skor tertinggi. Kematangan dalam keamanan sibernya juga tergolong tinggi," kata Kepala BSSN Letjen TNI (Purn) Nugroho Sulistyo Budi setelah pertemuan dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, pada hari Senin.
Secara kelembagaan, Nugroho melanjutkan, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY telah memberikan dukungan terhadap penguatan keamanan digital dengan membentuk Forum Komunikasi Persandian, yang merupakan salah satu forum paling aktif di tingkat nasional.
"Saya sangat berharap, apa yang telah dilakukan oleh Pemda DIY dapat menjadi inspirasi bagi pemda lainnya," ujarnya.
Nugroho menambahkan bahwa tantangan dalam keamanan siber ke depan semakin besar seiring dengan perkembangan sistem pemerintahan yang berbasis elektronik terintegrasi, yang menjadi lebih rentan terhadap ancaman.
"Jika semua sistem sudah terintegrasi, jika satu sistem terkena, yang lainnya juga akan terpengaruh. Jadi, jika kita tidak berhati-hati, hal ini bisa menjadi masalah," jelasnya.
Nugroho juga mengakui bahwa kerentanan sering kali muncul di wilayah pinggiran atau daerah, seperti yang terlihat pada insiden sebelumnya yang terjadi di Pusat Data Nasional di Surabaya, Jawa Timur.
"Sumber ancamannya berasal dari Muara Enim, dari daerah, yang kemudian menembus ke situ. Oleh karena itu, pekerjaan ini memang memerlukan komitmen dan kerja keras bersama dari semua pemangku kepentingan," tuturnya.
Oleh karena itu, Nugroho menyatakan bahwa penguatan keamanan siber tidak dapat menjadi tanggung jawab BSSN semata, tetapi memerlukan partisipasi aktif dari kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah.
Di sisi lain, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengungkapkan harapannya untuk memperpanjang nota kesepahaman (MoU) antara Pemda DIY dan BSSN yang telah berlangsung selama lima tahun.
Perpanjangan tersebut, menurutnya, sangat penting mengingat BSSN kini juga mengelola lembaga pendidikan Politeknik Siber dan Sandi Negara.
"Saya telah meminta untuk diperpanjang, karena BSSN sekarang juga memiliki lembaga pendidikan berupa politeknik. Jadi jika tidak disosialisasikan, tentu tidak banyak yang akan mengetahuinya," kata Sri Sultan.