Sumatera Utara – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) untuk korban bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara memasuki fase kritis. Dengan sedikit membaiknya kondisi cuaca, tim gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan, berusaha menjangkau area-area yang sebelumnya terisolasi.
Hambatan utama masih berupa lumpur tebal, pohon tumbang, dan jalan yang putus yang menyulitkan mobilisasi. Pencarian korban hilang difokuskan pada aliran sungai dan area yang tertimbun material longsor. Keluarga korban dengan harapan tertipih menunggu kabar dari anggota keluarganya yang belum ditemukan.
Doa dan dukungan moral terus mengalir untuk keselamatan korban dan keuletan para penolong. Selain pencarian, evakuasi warga yang masih terisolasi di pedesaan dan perbukitan juga menjadi tugas mendesak. Banyak warga yang bertahan di atap rumah atau dataran tinggi dengan persediaan makanan yang menipis.
Bantuan logistik dijatuhkan dari udara untuk membantu warga yang belum terjangkau melalui darat. Kesiapan logistik dan kesehatan tim SAR sendiri juga menjadi perhatian. Mereka membutuhkan pasokan makanan, air, dan obat-obatan yang memadai untuk menjaga stamina selama bertugas.
Dukungan masyarakat terhadap kinerja tim SAR diharapkan dapat memompa semangat mereka dalam melaksanakan tugas kemanusiaan yang mulia ini. Operasi SAR akan terus dilanjutkan selama masih ada kemungkinan menemukan korban selamat. Pemerintah berkomitmen untuk memberikan perhatian penuh hingga proses tanggap darurat bencana ini selesai.