Jakarta, Indonesia – Motivasi untuk memperjuangkan haknya sebagai warga negara dan ibu rumah tangga mendorong Inara Rusli untuk secara resmi melaporkan kasus penyebaran video CCTV pribadinya ke Bareskrim. Ia percaya bahwa jalur hukum adalah cara terbaik untuk menyelesaikan persoalan ini.
Laporan tersebut diajukan setelah melalui pertimbangan yang matang bersama tim pengacara. Inara menyadari sepenuhnya bahwa kasus ini telah menjadi perhatian publik, namun ia memilih untuk fokus pada proses hukum yang sedang berjalan.
Kuasa hukum Inara menyatakan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi beberapa unggahan digital yang mengandung video terkait dan telah mengamankan bukti-bukti tersebut untuk kepentingan penyidikan.
Proses hukum yang dijalani Inara juga mendapat perhatian dari Komnas Perempuan. Lembaga ini menyatakan keprihatinannya atas maraknya kasus penyebaran konten pribadi yang kerap menjadikan perempuan sebagai korban.
Inara berharap kasusnya dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang betapa berharganya privasi dalam kehidupan. Ia mengingatkan bahwa sekali privasi dilanggar, dampaknya bisa sangat permanen dan meluas.
Dukungan bagi Inara juga datang dari berbagai LSM yang fokus pada isu perempuan dan anak. Mereka menilai langkah Inara adalah bentuk perlawanan yang tepat terhadap budaya menyebarkan konten privat tanpa persetujuan.
Kepolisian diharapkan dapat bekerja cepat dalam mengusut kasus ini, mengingat besarnya dampak psikologis yang harus ditanggung oleh korban dan keluarga. Proses yang berlarut-larut hanya akan menambah beban mental yang sudah ada.