Lusail, Qatar - Perjalanan Lando Norris menuju gelar juara dunia F1 2025 dihadapkan pada ujian terberatnya di Grand Prix Qatar. Di balik peluang matematis yang menguntungkan, terdapat dua tantangan besar yang harus diatasinya: tekanan mental dan karakteristik Sirkuit Lusail.
Sebagai pembalap yang belum pernah memenangi gelar, beban untuk mengamankan titel di Qatar bisa mempengaruhi performa berkendaranya. Kesalahan kecil yang biasanya tidak ia lakukan bisa muncul akibat tekanan yang begitu besar. Tim McLaren pun menyadari hal ini dan terus memberikan dukungan penuh.
Sirkuit Lusail sendiri dikenal sebagai salah satu trek paling fisik di kalender F1. Kombinasi corner berkecepatan tinggi dan suhu yang sangat panas membuat dehidrasi dan kelelahan menjadi musuh nyata. Kondisi ini menguji ketahanan fisik Norris, terutama dalam lomba yang berdurasi panjang.
Untuk mengatasi tantangan fisik, tim telah menyusun program hidrasi dan nutrisi yang ketat untuk Norris sepanjang akhir pekan. Simulator juga digunakan secara intensif untuk membiasakannya dengan layout trek dan mengoptimalkan manajemen ban, yang krusial di Lusail.
Di sisi mental, Norris mengandalkan tim pendukungnya, termasuk perbincangan dengan pembalap senior yang pernah mengalami situasi serupa. Teknik pernapasan dan meditasi juga menjadi bagian dari persiapannya untuk menjaga pikiran tetap jernih di dalam kokpit.
Kemampuan Norris mengatasi kedua tantangan ini akan menjadi penentu utama. Jika ia berhasil melewatinya dengan baik, bukan tidak mungkin Sirkuit Lusail akan menjadi tempat di mana ia mencapai puncak impian setiap pembalap: menjadi Juara Dunia Formula 1.